Hubungan Iran dan Arab Saudi telah memasuki periode baru sejak Maret 2023, dan kedua negara telah mengambil langkah untuk mengembangkan hubungan bilateral setelah 7 tahun penuh ketegangan.
Menurut Pars Today, salah satu tanda tekad Tehran dan Riyadh untuk mengembangkan hubungan bilateral adalah perjalanan diplomatik yang dilakukan antara kedua pihak, dan pejabat politik Iran dan Arab Saudi mengunjungi Riyadh dan Tehran serta bertemu dan mendiskusikan perkembangan regional dan hubungan bilateral.
Dalam dua bulan terakhir, beberapa perjalanan diplomatik telah dilakukan pejabat kedua negara. Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran mengunjungi Riyadh, ibu kota Arab Saudi, sebulan yang lalu pada awal Oktober, dan selain bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, ia juga berbincang dengan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Kerajaan Saudi.
Kazem Gharib Abadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran urusan Hukum dan Internasional juga mengunjungi Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, Mohammad Reza Aref, Wakil Presiden Republik Islam Iran, dan Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada hari Minggu (9/11).
Pada saat yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan keinginan Iran untuk memperluas hubungan bilateral dan kerja sama regional dengan Arab Saudi dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada hari Sabtu (8/11).
Putra Mahkota Saudi juga mencatat dalam percakapan ini, Hubungan Iran-Saudi berada pada titik balik sejarah dan saya berharap hubungan ini akan ditingkatkan ke tingkat tertinggi di semua bidang.
Hal yang penting adalah bahwa kunjungan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Arab Saudi ke Tehran saat ini dapat memiliki arti ganda. Karena tidak seperti pertemuan politik dan diplomatik, kunjungan pejabat militer kedua negara lebih jarang terjadi.
Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Iran dan Arab Saudi berada pada jalur yang penting dan tidak terpengaruh oleh peristiwa negara lain atau ketidakamanan yang terjadi di kawasan Asia Barat saat ini. Pertemuan ini digelar beberapa hari setelah Donald Trump memenangkan pemilu presiden AS. Selama masa jabatan pertama kepresidenan Trump, hubungan antara Tehran dan Riyadh tegang.
Media belum banyak mempublikasikan rincian pertemuan antara Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran dan Saudi, tapi beberapa media memberitakan bahwa Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengumumkan dalam pertemuan ini bahwa Iran tertarik Angkatan Laut Saudi menjadi peserta atau pengamat dalam latihan angkatan laut Iran di Teluk Persia tahun depan
Poin terakhirnya, pertemuan diplomatik serta pernyataan pejabat Saudi dan Iran menunjukkan bahwa kedua negara menganggap pendalaman hubungan bilateral sebagai prioritas dan agenda pertama mereka.
Situs Deutsche Welle Jerman, merujuk pada proses pemulihan hubungan antara dua negara penting di kawasan ini, menulis, Setelah kesepakatan normalisasi hubungan antara Iran dan Arab Saudi yang dimediasi oleh Cina dilakukan pada tahun 2023, kedua negara yang bersaing di kawasan ini kini ingin mempererat hubungan mereka.
Jelas bahwa pendalaman hubungan antara Iran dan Arab Saudi sebagai dua pemain penting dalam pembangunan regional bisa menjadi sangat penting dalam menyelesaikan krisis saat ini, termasuk masalah Palestina.(sl)